Artikel

Hubungan Musik dan Kecerdasan

03.42 newsanget 0 Comments

Bicara tentang musik, selain tentang teknis dan keindahan, ada sisi lain yang selalu dibicarakan, yaitu hubungan musik dan kecerdasan. Sudah banyak penelitian yang tak mungkin dijabarkan satu-satu, meski begitu masih banyak yang memperdebatkan, secara klinis maupun psikologis. Apakah musik memiliki pengaruh signifikan terhadap kecerdasan atau hanya sarana rekreasi atau hiburan saja. Kalau sedikit kita bahas secara teknis, musik adalah sebuah gelombang suara yang teratur dalam frekuensi tertentu. Di dalam musik mengandung ritme teratur dan terukur, juga terdapat emosi dalam penyampaian lirik. Stimulasi suara apapun pasti memiliki dampak dan respon bagi pikiran dan jiwa. Mendengarkan musik adalah suatu usaha yang lebih kompleks dari kelihatannya. Otak manusia memilah nada, waktu, dan pengurutan suara untuk memahami musik. Tidak hanya mendengarkan musik, memainkan musik juga memiliki cara yang kompleks dengan keahlian tertentu. Dengan teknik dasar baku yang di pelajari terus menerus, diimbangi ketrampilan, dan menggunakan sebuah alat, baru bisa menghasilkan sebuah karya musik. Hal ini menunjukkan tingkatan yang lebih kompleks dari pada mendengarkan musik. Jelaslah, karya-karya musik yang berkualitas pasti lahir dari seorang musisi yang berketramplian tinggi dan memiliki kecerdasan spesifik. Penelitian Hubungan Musik dan Kecerdasan Yang paling banyak kita dengar untuk topik musik-kecerdasan adalah pengaruh musik klasik. Penelitian menunjukkan, musik klasik yang mengandung komposisi nada berfluktuasi antara nada tinggi dan nada rendah akan merangsang kuadran C pada otak. Sampai usia 4 tahun, kuadran B dan C pada otak anak-anak akan berkembang hingga 80 % dengan musik. Diyakini musik klasik akan mempengaruhi kecerdasan anak mulai saat masih di dalam kandungan. Konsep ini dikenal sebagai “efek Mozart”. Istilah ini muncul dalam penelitian Dr. Alfred A. Tomatis seorang ilmuwan Perancis yang kebetulan meneliti musik Mozart dalam bukunya berjudul “Pourquoi Mozart?”. Tapi apakah benar hanya musik klasik saja yang memiliki efek bagi kecerdasan? Sejauh ini memang lebih banyak penelitian yang meneliti efek musik klasik. Musik klasik dianggap merepresentasikan musik yang disiplin, rumit, namun harmonis, dan indah. Di luar aliran klasik memang masih banyak yang belum diteliti. Hingga mungkin pada akhirnya masih terus diperdebatkan soal “Efek Mozart” ini. Psikolog Samuel Mehr memimpin studi untuk membuktikan hal itu. Penelitian dilakukan dua kali. Pertama, Mehr mengambil 29 anak berusia empat tahun, dan membaginya dalam dua kelompok. Kelompok pertama diberi pelajaran musik dan seni lain. Kelompok kedua tidak. Kedua kelompok kemudian diuji soal kognisi, kemampuan kosa kata, matematika, dan kesadaran spasial. Hasilnya: tidak ada perbedaan signifikan dalam dua kelompok. Penelitian kedua, dilakukan terhadap 45 anak berusia empat tahun. Mereka juga dibagi dalam dua kelompok, dan masing-masing diberi perlakuan yang sama seperti penelitian pertama. Saat dibandingkan, lagi-lagi, tidak ada perbedaan mencolok. “Ada sedikit perbedaan dalam kinerja, tapi tidak cukup signifikan secara statistik. Bahkan saat dilakukan analisis dengan statistik terbaik yang kita punya, hasilnya tidak ada (perbedaan),” ujar Mehr, seperti dikutip laman Daily Mail. Riset tidak mengatakan musik tidak berdampak pada pengembangan otak, namun pendengar pasif tidak memiliki keuntungan yang masuk di akal seperti yang diperkirakan sebelumnya. Sementara studi lainnya menyarankan bahwa proses kreatif, analitis dan aktivitas fisik terlibat dalam pembelajaran yang mampu mempengaruhi fungsi kognitif dan otak. Satu studi longitudinal menemukan bahwa anak-anak yang menerima rangsangan musik tidak selalu akan memiliki kemampuan bermusik, juga kemampuan lain termasuk tata bahasa atau logika matematika. Studi tersebut memeriksa rangsangan dan pelatihan musik dan analisis terbaru memberikan kesimpulan bahwa tidak ada keuntungan kognitif yang ditawarkan. Kecerdasan memang sebuah sifat pikiran yang dipengaruhi faktor yang kompleks, ada banyak hal yang mempengaruhinya. Mulai dari bawaan atau genetis, minat, dan lingkungan. Di luar apapun efek yang ditimbulkan oleh musik, musik merupakan karya sebuah peradaban. Setiap kebudayaan akan menghasilkan musik. Jadi, musik terkadang bukan tentang apapun dan siapapun, melainkan hanya mengajarkan soal arti menjadi manusia.